Selasa, 13 Maret 2012

KARYA ILMIAH SEDRHANA



Karya Ilmiah Sederhana
PENGARUH DAN BAHAYANYA BORAKS SERTA FORMALIN PADA MAKANAN
  
OLEH : M. SHOLEH AMINULLOH  (IX F)
MTS AL-ITTIHAD BELUNG PONCOKUSUMO MALANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas kehendak-Nya Karya Ilmiah Sederhana(KIS) ini dapat terselesaikan tepat waktu. Penulisan Karya Ilmiah Sederhana ini bertujuan untuk mengikuti program karya ilmiah dengan judul :BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANANDengan menyelesaikan karya Ilmiah ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan..
Dalam penyelesaian karya Ilmiah ini, penulis banyak mengalami kesulitan terutama disebabkan akan kurangnya pengetahuan. Namun, berkat bimbingan dari berbagai pihak akhirnya Karya Ilmiah Sederhana ini dapat terselesaikan walaupun masih terdapat kekurangan didalamnya. Karena itu, sepantasnya jika penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT,  Bpk. Miftahul Ulum selaku guru B. Indonesia yang telah banyak memberi bimbingan dan masukan-masukan.
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif agar karya Ilmiah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.
              Malang, Januari 2012

1
DAFTAR ISI



Kata Pengantar………………………………………………………………………...….…… 1
Daftar Isi……………………………………………………………………...………...………2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………….…….…………………….3
1.2 Identifikasi Masalah…………………………………….……………..................................3
1.3 Rumusan Masalah………………………………………………………..…………………3
1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………..……………………………….4
1.5 Manfaat Penelitian………….………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori……………………………………….……………….………………………..6
2.2 Metode Penelitian…………………………………………………………………………..9
2.3 Sebab-Sebab………………………………………………………………………………..9
2.4 Cara Mencegah…………………………………………………………………………….10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………….…………………………………………………………….……11
3.2 Saran…………………………………………………………..…………………………...11
DAFTAR PUSTAKA……………………… …………………………………………………13

2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.
Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan.Fenomena ini merupakan salah satu masalah bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnyamenumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.
1.2  IDENTIFIKASI MASALAH
Dari Latar Belakang di atas penulisannya sebagai berikut:
a)      Faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks dan formalin pada makanan
b)      Sebab pembuatan makanan dengan Boraks dan Formalin lebih efektif
1.3  RUMUSAN MASALAH
a)      Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?
b)      Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?
3

c)      Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?
d)     Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan?
e)      Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?
1.4  TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
a)      Mengetahui pengertian boraks dan formalin.
b)      Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.
c)      Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
d)     Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.
1.5  MANFAAT PENELITIAN
a)      Dapat mengetahui ciri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.
b)      Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan.



4


c)      Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
d)     Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan.












5

BAB II PEMBAHASAN
2.1        KAJIAN TEORI
 Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu.Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika.Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater.Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil.Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
a. Tanda dan gejala akut :
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.

6
Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu.Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol.Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
a)      Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
b)      Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
c)       Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan
d)      Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.
Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan.

7
Selain itu, boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.
Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.
- Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.


8

2.2       METODE  PENELITIAN
a)      Sumber Penelitian Penulis adalah dengan mewawancarai masyarakat yang berada di daerah sekitar.
b)      Analisis
Cara Penulis  dalam menganalisis data yangPenulis dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua Penelitian dan Kajian Teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu Penulis mulai menghitung jumlah data penelitian tersebut, setelah itu Penulis mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.
2.3       SEBAB-SEBAB PENGARUH DAN BAHAYANYA BORAKS SERTA FORMALIN PADA MAKANAN
a.       Formalin
Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
- Jika terhirup
Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek.

9
- Jika terkena kulit
Kemerahan, gatal, kulit terbakar
- Jika terkena mata
Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
- Jika tertelan
Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.

b. Boraks
Pengaruh terhadap kesehatan :
- Tanda dan gejala akut :
Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
- Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
2.4        CARA MENCEGAH
            Cara mencegah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks dan formalin.
-          Memilih mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung boraks dan formalin.
10
BAB III PENUTUP
3.1       KESIMPULAN
Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.
            Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
            Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
            Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.
3.2       SARAN
Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin, pengertian, fungsinya, serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya.
            Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.
                                                                                                                    11
Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks. Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya, dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.











12
DAFTAR PUSTAKA
            Wahyu.Sandi.A.2010,Boraks dan Formalin,Semarang;Gama Media..
            http://www.beritaindonesia.co.id
http://www.gizi.net












  13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar