Karya
Ilmiah Sederhana
PENGARUH
DAN BAHAYANYA BORAKS SERTA FORMALIN PADA MAKANAN
OLEH
: M. SHOLEH AMINULLOH (IX F)
MTS AL-ITTIHAD BELUNG
PONCOKUSUMO MALANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas kehendak-Nya Karya
Ilmiah Sederhana(KIS) ini dapat terselesaikan tepat waktu. Penulisan Karya
Ilmiah Sederhana ini bertujuan untuk mengikuti program karya ilmiah dengan
judul :BORAKS DAN FORMALIN PADA
MAKANAN”Dengan
menyelesaikan karya Ilmiah ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat
dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya
karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan
formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih
terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan
penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan..
Dalam penyelesaian karya Ilmiah ini, penulis banyak mengalami
kesulitan terutama disebabkan akan kurangnya pengetahuan. Namun, berkat
bimbingan dari berbagai pihak akhirnya Karya Ilmiah Sederhana ini dapat
terselesaikan walaupun masih terdapat kekurangan didalamnya. Karena itu, sepantasnya jika penulis
mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, Bpk. Miftahul Ulum selaku guru
B. Indonesia yang telah banyak memberi bimbingan dan masukan-masukan.
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih banyak memiliki
kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan
saran yang positif agar karya Ilmiah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di
masa yang akan datang.
Malang,
Januari 2012
1
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar………………………………………………………………………...….…… 1
Daftar Isi……………………………………………………………………...………...………2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………….…….…………………….3
Daftar Isi……………………………………………………………………...………...………2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………….…….…………………….3
1.2
Identifikasi Masalah…………………………………….……………..................................3
1.3 Rumusan Masalah………………………………………………………..…………………3
1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………..……………………………….4
1.5 Manfaat Penelitian………….………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN
1.3 Rumusan Masalah………………………………………………………..…………………3
1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………..……………………………….4
1.5 Manfaat Penelitian………….………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Kajian Teori……………………………………….……………….………………………..6
2.2
Metode Penelitian…………………………………………………………………………..9
2.3
Sebab-Sebab………………………………………………………………………………..9
2.4
Cara Mencegah…………………………………………………………………………….10
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………….…………………………………………………………….……11
3.2 Saran…………………………………………………………..…………………………...11
3.1 Kesimpulan…………….…………………………………………………………….……11
3.2 Saran…………………………………………………………..…………………………...11
DAFTAR
PUSTAKA……………………… …………………………………………………13
2
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Sekarang
ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan
diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif.
Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan
kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam
pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.
Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan.Fenomena ini merupakan salah satu masalah bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnyamenumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.
Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan.Fenomena ini merupakan salah satu masalah bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnyamenumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.
1.2 IDENTIFIKASI
MASALAH
Dari Latar Belakang di atas penulisannya sebagai
berikut:
a)
Faktor yang mendorong pihak-pihak
tertentu untuk menggunakan boraks dan formalin pada makanan
b)
Sebab pembuatan makanan dengan Boraks
dan Formalin lebih efektif
1.3 RUMUSAN
MASALAH
a)
Apa faktor yang mendorong pihak-pihak
tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?
b)
Jenis pangan apa saja yang menjadi
sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?
3
c)
Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat
dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?
d)
Apa akibat dari penggunaan boraks atau
formalin pada produk pangan?
e)
Bagaimana penanganan penggunaan boraks
dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?
1.4 TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan penelitian yang
dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
a)
Mengetahui pengertian boraks dan
formalin.
b)
Mengetahui jenis-jenis pangan yang
menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.
c)
Mengetahui dampak negatif dari
penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
d)
Mengetahui peranan pemerintah dalam
memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.
1.5 MANFAAT
PENELITIAN
a)
Dapat mengetahui ciri-ciri makanan
dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat
menghindarinya.
b)
Dapat menghindari secara langsung
penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan.
4
c)
Dapat menambah wawasan dengan mengetahui
dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.
d)
Dapat membantu pencegahan dan
pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah
dipikirkan.
5
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 KAJIAN TEORI
Boraks merupakan garam natrium yang banyak
digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas,
pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak
berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol.
Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu.Daya pengawet yang
kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
Asam borat sering digunakan dalam
dunia pengobatan dan kosmetika.Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan
sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater.Asam borat juga digunakan
sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil.Namun, bahan ini tidak
boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap
masuk dalam tubuh.Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
a. Tanda dan gejala akut :
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
a. Tanda dan gejala akut :
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
6
Sedangkan formalin merupakan cairan
tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan
pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu.Formalin memiliki bau
yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol.Beberapa
pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
a) Jika terhirup akan menyebabkan rasa
terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit
kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
b) Jika terkena kulit akan menyebabkan
kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
c) Jika terkena mata akan menyebabkan mata
memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan
d) Jika tertelan akan menyebabkan mual,
muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan
jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan,
kejang, bahkan koma dan kematian.
Boraks dan formalin akan berguna
dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua
bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan
tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap
kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya,
banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak
memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan
formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan
ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif murah dibanding
bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan.
7
Selain itu, boraks dan formalin
merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan
rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.
Beberapa contoh makanan yang dalam
pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk,
ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.
Formalin dan boraks merupakan bahan
tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila
terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf.
Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat
formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih
baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah
beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.
- Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.
- Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.
8
2.2 METODE PENELITIAN
a)
Sumber Penelitian Penulis adalah dengan
mewawancarai masyarakat yang berada di daerah sekitar.
b)
Analisis
Cara
Penulis dalam menganalisis data
yangPenulis dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua Penelitian
dan Kajian Teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu Penulis
mulai menghitung jumlah data penelitian tersebut, setelah itu Penulis
mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan
jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis
penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan
juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam
karya tulis ini.
2.3 SEBAB-SEBAB PENGARUH DAN BAHAYANYA BORAKS
SERTA FORMALIN PADA MAKANAN
a. Formalin
Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
- Jika terhirup
Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek.
Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
- Jika terhirup
Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek.
9
-
Jika terkena kulit
Kemerahan, gatal, kulit terbakar
- Jika terkena mata
Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
- Jika tertelan
Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.
b. Boraks
Kemerahan, gatal, kulit terbakar
- Jika terkena mata
Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
- Jika tertelan
Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.
b. Boraks
Pengaruh
terhadap kesehatan :
- Tanda dan gejala akut :
Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
- Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
- Tanda dan gejala akut :
Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
- Tanda dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
2.4 CARA MENCEGAH
Cara mencegah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung
boraks dan formalin.
-
Memilih mengkonsumsi makanan yang tidak
mengandung boraks dan formalin.
10
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang
boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang
belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.
Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.
Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.
Berikan
penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin,
pengertian, fungsinya, serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai
fungsinya.
Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.
11
Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.
11
Masyarakat
harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya
mengandung bahan formalin maupun boraks. Kesadaran dari masyarakat untuk
membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan
makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain
yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya, dan
juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa mengetahui
latar belakang pembeliannya.
12
DAFTAR PUSTAKA
Wahyu.Sandi.A.2010,Boraks
dan Formalin,Semarang;Gama Media..
http://www.gizi.net
13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar